You are currently viewing 5 Langkah Cari Penginapan Worth It! (Bukan Asal Murah)

5 Langkah Cari Penginapan Worth It! (Bukan Asal Murah)

  • Post author:
  • Post category:How To

5 Langkah Cari Penginapan Worth It! (Bukan Asal Murah)

Salah satu elemen yang lumayan makan budget dalam suatu trip adalah penginapan. Gw sendiri pun pernah pilih hotel lumayan murah tapi akhirnya malah tekor karena aksesnya kurang bagus. Sebenernya, murah itu relatif tergantung budget masing-masing, yang penting pas! Ada yang bilang murah itu sekitar 500rb per malam, ada juga yang bilang 2 juta per malam masih termasuk murah.

Menurut gw, murahnya hotel bukan sekedar murah saat pemesanan di awal, tapi juga tergantung faktor lain pada saat kita stay di tujuan sehingga sepadan dengan uang yang kita keluarkan. Salah satunya adalah akses menuju tempat makan, tempat belanja, landmarks, ataupun tempat lain yang akan dituju! Maksudnya gimana? Simak terus di sini kiat cari hotel yang pas di perkotaan. Berikut ini langkah secara garis besar:

  1. Buka map day-pass public transport di kota kita stay!
  2. Buka fitur map di aplikasi hotel booking untuk liat lokasi!
  3. Cek rating calon hotel lo dari yang kasih review terkecil!
  4. Kalo breakfast bikin mahal, andalkan microwave dan perebus air!
  5. Book hotel dengan kupon diskon atau promo lain pake segala jurus!

Setelah melihat sekilas seperti di atas, sekarang kita masuk ke penjelasan detail.

1. Buka map day-pass public transport di kota kita stay!

Kenapa malah jadi buka map public transport? Itu dia, hotel murah banyak, tapi banyak juga yang jauh dari day-pass public transport. Dengan begitu akhirnya kita harus pakai transport lain yang tidak termasuk day-pass atau bahkan kalau lagi keburu-buru kita jadi terpaksa naik taksi yang harganya mantep. Padahal niat awal kita stay di hotel itu biar murah, ternyata malah bikin kita ngeluarin uang lebih.

Kemaren pas di Roma pake day-pass public transport seharga 24 euro di mana gw bisa pake metro dan bus semau gw bolak balik sampai malem tanpa bayar ongkos lebih selama 5 x 24 jam (system di Roma). Terus kalo stasiun atau halte yang dekat hotel kita jauh dari city center? Ga masalah! Seperti gw bilang di awal, yang penting adalah akses itu sendiri yang menuju city center atau tempat-tempat lain.

Namun, tetap perlu sisihkan biaya transportasi ke airport ya karena di beberapa kota punya transportasi sendiri untuk menuju airport. Salah satunya Roma, kereta menuju airport harus menggunakan Leonardo Express.

Nih contoh map public transport Roma:

Description: D:\Traveling\Europe 13 Oct - 28 Oct2019\rome_metro.jpg
Peta Metro Roma

Setelah dapet map day-pass public transport tersebut, langsung save mapnya! Perhatiin nama-nama stasiun metro atau halte bus yang tercover, gw prefer hotel gw dengan stasiun metro daripada halte bus karena suka bawa koper gede. Di atas gw kasih contoh map Metro yang simple, sebenernya bus dalam kota juga tercover sama day-pass itu tapi kalo gw masukin juga peta busnya di sini malah ruwet.

2. Buka fitur map di aplikasi hotel booking untuk liat lokasi!

Ini part serunya. Langsung buka fitur map aplikasi booking hotel, boleh Traveloka, Agoda, Airbnb, apa pun, jangan pilih hotel dari tampilan list karena kalo dari list susah untuk tau letak persis hotelnya di mana. Caranya search aja kota yang mau datengin nanti ada fitur untuk buka map. Dari fitur map akan keluar hotel-hotel dengan harga dan rating, di situ lah kita bisa sesuaikan hotel yang harga, rating, dan lokasinya yang deket dengan day-pass public transport kita.

Ini salah satu contoh aja ya. Pas di Roma hotel gw jauh dari city center tapi deket dengan stasiun metro dan halte bus yang udah tercover sama day-pass. Jadi, gw ga keluar uang lagi untuk transport dalam kota tapi tetap gampang ke mana-mana.

Description: D:\KERJAAN\Wordpress\Leha Leha Trip\POSTS\Gambar cari hotel\Map aplikasi hotel.jpg
Fitur map untuk menemukan hotel dekat stasiun

Kayak gambar di atas, gw cari hotel di deket stasiun yang agak jauh dari city center karena di sini lebih murah dan aksesnya tetep gampang. Silahkan liat lagi Metro Map di gambar sebelumnya, stasiun ini masuk jalur merah Metro di Roma namanya stasiun Lepanto (jangan pake “e”).

Setelah cek data di google map, jalan kaki geret koper cuma 250m sedangkan toleransi gw untuk geret koper dari stasiun ke hotel adalah 500m, masih aman. Supaya lebih jelas, buka aja google street view terus klik sesuai jalur dari stasiun ke hote. Dengan begitu kita jadi tau medannya seperti apa saat geret koper nanti, mungkin ada tangga lagi di tengah atau bisa jadi ada toko untuk beli air atau snack.

Kalo masih mau pastiin 200 meter atau 300 meter tuh rasanya kayak apa, coba inget-inget terakhir pas liburan lo geret koper yang masih bisa ditolerir tuh pas di mana. Misal, terakhir di Kyoto dari stasiun ke Airbnb gw 500m, gw masih inget rasa geret kopernya masih gapapa banget. Terus setelah cek di google map ternyata jarak calon hotel kita nanti dengan stasiun misalnya 400m, berarti masih aman kan? Kalo belom pernah liburan geret koper, cari aja di google street view berapa jarak jalan kaki dari rumah ke warung, terus rasa-rasa aja sendiri haha.

Kita bicara hotel lagi, di deket situ masih ada yang lebih murah lagi sekitar 700rb-800rban, lumayan kan untuk harga rata-rata di Roma. Gw tetep pilih Casa Sotgiu daripada tetangganya yang lebih murah, supaya dapat hotel yang sedikit lebih nyaman karena gw pergi dengan isteri. Btw, si Casa Sotgiu ini sebenernya residence kece bukan hotel, gw sebut hotel biar cepet.

Description: D:\KERJAAN\Wordpress\Leha Leha Trip\POSTS\Gambar cari hotel\Map Lepanto to Spagna.jpg
Lepanto ke Spagna (Condotti) 3 menit
Lepanto ke Colosseum 1001 tetep cuma 13 menit

Lumayan dari stasiun Lepanto ke tempat belanja Condotti lewat Spagna cuma 3 menit, ke Colosseum sekitar 13 menit. Masih ok kan waktu tempuhnya, sedangkan harga yang ditawarkan lumayan signifikan lebih murahnya. Di tambah lagi bisa tidur dengan tenang karena ga ada keberisikan tengah kota. Terus lakuin step ini untuk cari tau kandidat hotel lain.

Sampai tahap ini kita harusnya udah nemuin beberapa hotel yang pas dari segi harga, rating, dan lokasi. Buka aja semua kandidat hotel lo di new tab yang berbeda dengan tambahan kata “tripadvisor”. Buat apa? Buat cek detail rating dan review atas semua kandidat hotel kita. Penting!

3. Cek rating calon hotel lo dari yang kasih review terkecil!

Overall rating 7.5, 8.0, 8.5, ataupun 9.0 itu bagus tapi jangan cuma review bagus yang kita jadikan patokan. Pengalaman bagus orang lain pasti akan selalu bisa kita terima. Yang suka bikin orang terkecoh adalah di balik rating bagus terdapat juga pengalaman orang lain yang ga menyenangkan di hotel itu yang kadang kita ga tau. Pertanyaannya, kita bisa terima ga kekurangan hotel itu?

Untuk cari tau review jeleknya, google nama kandidat hotel kita dengan embel-embel Tripadvisor, terus klik ratingnya di kolom “About” nanti akan muncul review dengan tickbox yang bisa lo filter. Lo klik review yang “poor” dan “terrible” supaya ke-filter review jeleknya doang. Gw ambil contoh review salah satu hotel, ratingnya Excellent, viewnya bagus, kamarnya bagus, dan sebagainya. Begitu review jeleknya difilter, inilah yang muncul:

Description: D:\KERJAAN\Wordpress\Leha Leha Trip\POSTS\Gambar cari hotel\Review Jelek.jpg
Review Tidak Bagus

Kalo udah begini, mau kamar bagus, view bagus, gw ga akan book karena ini ga bisa gw terima. Kebayangkan rusaknya liburan kita kalo ada kejadian kayak gini. Memang pasti tidak ada yang sempurna, tapi setidaknya carilah review jelek yang masih bisa kita terima. Misal, Wifi lemot, itu masih bisa gw terima karena kalo liburan gw selalu bawa wifi dari Jakarta. Review jelek lain misalnya staff jutek. Ini sih buat gw pribadi masih bisa gw terima, kan gw ketemu staff juteknya paling cuma berapa kali. Emang itu staff bakal tidur sama gw? Mungkin.. haha canda.

Dari cara di ataslah yang membuat gw menemukan salah satu hotel yang pas menurut gw, yaitu Casa Sotgiu untuk stay di Rome. Sampai post ini dibuat, reviewnya paling rendah adalah “Very Good”. Sayang gw lupa foto kamar ini karena biasanya pas sampai kamar udah keburu cape atau pagi masih mager-mageran. Ini hotel mewah sih engga, tapi semuanya pas. Kita tetep bisa liat foto traveler lainnya di Tripadvisor. Ini summary reviewnya per Maret 2020:

Description: D:\KERJAAN\Wordpress\Leha Leha Trip\POSTS\Gambar cari hotel\Casa Sotgiu Review.jpg

Rajin-rajin cek review hotel ya, ga mesti di Tripadvisor si, bisa juga di aplikasi lain asalkan reviewnya lengkap. Kurang lebih kayak gitu kenapa kita harus liat review jeleknya juga. Sekarang saatnya book hotel!

4. Kalo breakfast bikin mahal, andalkan microwave dan perebus air!

Kebetulan semua pilihan kamar udah termasuk breakfast pas di Roma kemaren, jadi ga masalah. Nah, kalo breakfastnya optional dan biaya tambahannya bikin mahal, mending ga usah pake breakfast. Kita masih bisa siasatin dengan bawa abon dari rumah, beli roti, kebab, sandwich, atau makanan matang yang simple yang udah kita beli di malam sebelumnya. Yang penting.. di kamar ada microwave untuk angetin makanan buat sarapan.

Kalo ga ada microwave? Pake teko perebus air. Iya betul, selain buat bikin pop mie, itu teko pas kita masak air kan bakal keluar uap panas dari lobangnya, taro aja makanan di atas lobang itu. Dengan begitu jadi anget, walaupun kekurangannya adalah akan kecampur sama uap air dan ga seenak dipanaskan dengan microwave. Gapapa, namanya juga mau hemat. Kalo ga mau repot, cari aja toko sandwich deket hotel beli aja di situ karena akan tetap murah daripada bayar breakfast hotel lagi yang bisa beda ratusan ribu per malam.

Anw, gw akan cerita juga di postingan lain tentang penginapan gw di Kandersteg, Swiss, yang ada microwave, kompor, kulkas, dll dengan harga yang murah worth it dan gw bisa hemat jauhhhh di urusan makanan. Tau sendiri restoran di Swiss harganya muahal.

5. Book hotel dengan kupon diskon atau promo lain pake segala jurus!

Setelah kita putuskan hotelnya, saatnya kita buka aplikasi pemesanan hotel. Bebas, mau Traveloka, Agoda, Airbnb, apa pun untuk cari promo yang ada kayak paylater, loyalty program, promo kartu kredit, atau yang lain yang bisa kasih diskon lebih bagus. Lebih mantap lagi kalau hotel yang kita mau masuk ke dalam fitur Last Minute Deal, itu harganya bakal ok banget! Lo udah jago pasti urusan begituan.

Hotel Voucher Casa Sotgiu
Receipt Casa Sotgiu dengan coupon diskon Traveloka

Screen shot di atas contoh gw dapet promo dari aplikasi mobile Traveloka. Gw cari dari berbagai aplikasi pada waktu itu, pada waktu itu lho ya. Di antara yang lain, ini yang paling ciamik. Gw tandain pake kotak hijau, dapet diskon Rp758.591, ya lumayanlah. Dari Rp9.482.398 jadi Rp8.723.807 untuk 5 malam. Berarti hotel di Roma per malam harganya Rp1.744.761, menurut gw ini ok banget mengingat waktu itu bulan October dengan wisatawan yang masih lumayan ramai karena autumn, ditambah segala kelebihan hotel ini. Kok foto yang di peta tarifnya 1,2 jt? Itu harga “start from” untuk bulan Maret 2020, dan seperti yang tadi gw bilang, karena sama isteri, kamarnya pun gw pilih yang lebih nyaman.

Inget, ada beberapa aplikasi yang masih kenain service fee dan tax di akhir jadi jangan lupa cari tahu sampai ke final price. Setelah itu barulah lo bisa bandingin di aplikasi mana yang termurah dan segeralah book jangan sampai harganya naik lagi.

Mungkin memang step-step di atas lumayan butuh waktu. Tapi percaya deh, dengan begitu kita ga bakal dapet hotel yang asal murah. Kita akan nemuin hotel yang worth it dari berbagai aspek. Cara di atas gw lakuin juga di Jepang pake JR Pass (pindah-pindah kota dan bisa pakai transport dalam kota yang tercover JR), Hola Card Barcelona, Amsterdam Travel Ticket, macam-macamlah pokoknya sehingga harusnya bisa dilakuin juga di kota lain yang ada day-passnya. Kalo ga ada system day-pass? Sesuaikan aja dengan tarif hotel, single-trip transport, dan sebagainya pake cara di atas.

Jadi, ke mana pun tetep harus research ya. Kurang lebihnya mohon maaf. Enjoy your stay!