You are currently viewing Air Terjun Aling-Aling, di Bali Ada Perosotan Alami 12 Meter!

Air Terjun Aling-Aling, di Bali Ada Perosotan Alami 12 Meter!

Air Terjun Aling-Aling, di Bali Ada Perosotan Alami 12 Meter!

Selama ini kita tau bahwa traveling ke Bali akan banyak nemuin pantai, gunung, sungai, dan sawah yang keren banget. Tapi tau ga kalian kalo di Bali tuh ada semacam taman air terjun dengan perosotan alami yang tingginya mencapai 12 meter? Pokoknya seru banget!

Pada liburan kita tanggal 2 November 2018, cuaca sangat cerah. Di hari itu kita mulai perjalanan dari penginapan daerah Sunset Road dengan menyetir mobil sambil buka GPS (bini gw yang pegang) menuju air terjun yang bernama Aling-Aling. Estimasi perjalanan berdasarkan GPS sekitar 2 jam 30 menit dengan jarak 83 km. Namun pada prakteknya rata-rata 3 jam karena begitu masuk daerah Buleleng yang jalanannya sangat berkelok dengan pinggiran jurang, jadi kita hati-hati bawa santai aja.

Taman Air Alami dengan Professional Guide Terjangkau

Sesampainya di sana, kita masuk ke sebuah parkiran yang luas. Di area parkir ada juga rumah makan, jadi buat yang mau makan dulu bisa makan dulu di situ sebelum trekking. Masih di area parkir juga, ada semacam pos jaga untuk beli tiket masuk beserta jasa guide karena kalo mau berenang kita wajib pakai guide, kecuali kita yakin cuma mau liat-liat aja. Tapi percaya deh,  begitu sampai air terjun pasti bawaannya lompat ke air, jadi dari awal bagusnya langsung trekking bareng sama guidenya. Berikut ini masing-masing harganya:

  • Tiket Masuk Sightseeing (Tidak Berenang) Rp20.000,- per orang. Akses masuk 4 air terjun, air terjun Kroya, air terjun Pucuk, air terjun Kembar, dan air terjun Aling Aling.
  • Short Trekking dengan Guide Rp125.000,- per orang. Trekking 4 air terjun, Air Terjun Kroya, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Kembar, dan Air Terjun Aling Aling. Aktivitas: Berenang, cliff jumping, dan bermain perosotan.
  • Medium Trekking dengan Guide Rp250.000,- per orang. Trekking Blue Lagoon Puncak Sari Pool dan 4 air terjun, Air Terjun Kroya, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Kembar, dan Air Terjun Aling Aling. Aktivitas: Berenang, cliff jumping, dan bermain perosotan.
  • Long Trekking dengan Guide Rp500.000,- per orang. Trekking Blue Lagoon Puncak Sari Pool dan 7 air terjun, Air Terjun Kroya, Air Terjun Pucuk, Air Terjun Kembar, Air Terjun Aling Aling, Air Terjun Cemara, Air Terjun Canging, dan Air Terjun Dedari.Aktivitas: Berenang, cliff jumping, dan bermain perosotan.

Gw dan bini gw dari awal memang berencana untuk berenang dan main perosotan aja, jadi kita ambil yang short trekking. Bayar langsung di pos tiket tersebut dan langung ditemani guide dari sana, Namanya Bli Ketut ini guide masih muda, baik banget, sabar, dan banyak cerita tentang air terjun ini bahkan cerita awalnya jadi guide.

Semua Air Terjunnya Keren

Pertama-tama, kita diajak Bli Ketut dulu ke air terjun Aling-Aling untuk liat-liat. Tinggi air terjun ini sekitar 35 meter.

Di air terjun ini pengunjung ga boleh berenang karena dianggap sakral. Ada jyga cerita yang coba berenang di sini namun setelah itu tenggelam di air terjun ini. Terlepas dari itu semua, air terjun ini keren banget padahal.

Dari air terjun Aling-Aling kita beranjak dengan trekking lagi sedikit menuju air terjun Kroya. Sesampainya di sana, tampak pengunjung lain udah siap untuk lompat dari pijakan setinggi 5 meter. Di seberang pijakan tersebut, terpampang air terjun dengan susunan batu yang agak melandai menyerupain perosotan. Inilah yang kita maksud dengan perosotan alami 12 meter di Bali.

Penampakan air terjun Aling Aling dari jalan setapak

Di air terjun ini pengunjung ga boleh berenang karena dianggap sakral. Ada jyga cerita yang coba berenang di sini namun setelah itu tenggelam di air terjun ini. Terlepas dari itu semua, air terjun ini keren banget padahal.

Dari air terjun Aling-Aling kita beranjak dengan trekking lagi sedikit menuju air terjun Kroya. Sesampainya di sana, tampak pengunjung lain udah siap untuk lompat dari pijakan setinggi 5 meter. Di seberang pijakan tersebut, terpampang air terjun dengan susunan batu yang agak melandai menyerupain perosotan. Inilah yang kita maksud dengan perosotan alami 12 meter di Bali.

Air terjun Kroya, dekat air terjun Aling Aling

Urutan permainannya biasanya kita loncat dari pijakan yang 5 meter dulu kemudian kita berenang menuju tangga untuk naik perosotan yang 12 meter. Di sekitar tangga akan ada pelampung yang siap wajib kita pakai sebagai protocol untuk bermain perosotannya.

Tanpa pikir panjang gw langsung taro tas di loker, ganti celana renang, dan titip kamera di bini gw untuk fotoin gw. Bli Ketut arahin kita bahwa loncat yang bener adalah tangan harus rapat dengan badan supaya pas menyentuh air posisi kita tegak dan ga sakit. Awalnya gw menuju pijakan 5 meter, karena ga sabaran, gw maen loncat aja. Beneran abis itu lengan gw sakit karena posisi lengan tangan ga terlalu rapat dengan badan. Selain itu kuping sakit karena mendadak kena tekanan air. Ternyata pas loncat 5 meter gw pilih untuk ga pake lifejacket (sotoy). Tapi walaupun begitu, loncat di sini tetap seru..!

Terlalu semangat, tangan lupa dirapetin ke badan

Setelah loncat 5 meter, gw melipir ke tangga untuk ambil lifejacket supaya bisa maen perosotan 12 meternya. Pas berdiri di pinggiran perosotan, gw agak mikir di sini, lumayan tinggi juga ya. Tapi gw tetap harus cobain meluncur, udah jauh-jauh ke sini, kapan lagi bro. Bli Ketut dengan sigap kasih arahan untuk posisi telentang, kepala agak naik, dan tangan menyilang di dada. Kemudian meluncurlah gw di perosotan itu, rasanya geli kayak turunan pertama roller coaster, bedanya ini kita meluncur bareng air dan terjun langsung ke air. Seru banget!

Begitu gw selesai loncat 5 meter dan perosotan 12 meter, saatnya bini gw yang loncat. Kali ini, giliran bini gw yang lengannya biru karena tangannya ga rapet dengan badan. Entah mengapa rapetin tangan ke badan saat loncat ternyata ga gampang. Tapi bini gw tetep lanjut ke perosotan yang 12 meter dan reaksinya sama. Keseruan sama perosotannya, haha.

Bini gw loncat nyebur 5 meter
Bini gw meluncur perosotan 12 meter

Selesai bermain di air terjun Kroya kita jalan kaki sedikit ke air terjun lain deket situ juga, dikenal dengan air terjun Kembar untuk loncat 10 meter, dan air terjun lain yang tingginya 15 meter.

Sesampainya di air terjun yang 10 meter, gw udah melangkah kaki ke pinggir pijakan. Jujur di sini gw mikir lama banget, dari loncat yang hanya 5 meter bisa buat tangan gw dan bini gw biru, sampai pada akhirnya… gw harus harus mengurungkan niat gw karena resiko yang lebih besar. Padahal udah kebayang kalo loncat di sini akan seru banget.

Ini air terjun Kembar yang tingginya 10 meter, dari sini keliatannya ga terlalu tinggi.

Yes, terdapat alasan gw untuk mengurungkan niat melompat, gw menyimpulkan resiko yang lebih besar dibandingkan kesenangan gw. Bahwa gw cuma berdua dan cuma gw yang bisa nyetir balik 3 jam ke sunset road dengan mobil manual terutama dengan jalan berkelok-kelok. Kalo kaki atau tangan gw kenapa-napa yang ada kita ga bisa balik ke hotel. Since then, gw berjanji akan balik lagi ke sini dengan lebih rame supaya kalo kenapa-napa gw ada driver cadangan, haha. Jadi, gw bisa loncat tanpa khawatir ga bisa pulang lagi ke hotel, setidaknya gw akan loncat yang 10 meter dulu.

Ada cerita lain dari Bli Ketut bahwa dia pertama kali loncat di air terjun yang 15 meter salah jatoh mendarat di air dengan posisi dada duluan. Di situ Bli Ketut muntah darah dan langsung digotong oleh teman-temannya. Tapi di balik cerita itu Bli Ketut berhasil mengalahkan ketakutannya dan terus melompat berdasarkan pengalaman yang dimiliki.

Banyak Inspiring Stories di Balik Air Terjun Ini

Gw inget cerita Bli Ketut saat lagi duduk-duduk. Cerita yang cukup inspiring bermula pada saat Bli Ketut masih pertama kali bermain di air terjun ini. Bli Ketut cerita, di perosotan aja awalnya dia ga berani untuk meluncur. Sampai akhirnya legenda pencetus permainan di air terjun ini, Om Bob, bilang ke anak-anak sekitar sini termasuk Bli Ketut,

“Kamu kalo tidak lawan ketakutan kamu, selamanya kamu tidak akan berani”.

Gw bisa petik banyak hal dengan bermain di area air terjun Aling-Aling ini. Bener banget apa yang dikatakan Om Bob dari cerita yang disampaikan Bli Ketut, kalo kita takut dari awal, selamanya kita ga akan berani ngapa-ngapain. Seperti halnya jagoan dan pemimpin di luar sana, sebelum mereka berada di titik atas seperti sekarang, di balik itu semua mereka pasti memulai dengan adanya perasaan takut juga. Namun, mereka berhasil menaklukan ketakutan mereka dengan menghitung berbagai resiko yang ada.

Leave a Reply