You are currently viewing ROME Part 1, Conference in the City of Visible History

ROME Part 1, Conference in the City of Visible History

ROME Part 1, Conference in the City of Visible History

Touch Down, Roma!

Roma, Italia. Kota inilah yang kita inap paling lama dari rangkaian perjalanan Eropa kita, karena emang acara sebenarnya ada di sini. Hari Rabu tanggal 6 Maret 2013, kita tiba di airport Ciampino. Di sana banyak juga urusan perintilannya, tunggu koper di belt, antri keluar, ditambah kita makan dulu. Akhirnya selesai urusan ina inu sekitar jam 8 malam.

Selesai urusan kita keluar cari transportasi menuju penginapan. Kita pake taksi gede sekelas Caravelle supaya langsung bisa angkut 8 orang beserta bagasinya. Sistem si taksi ini ga pake argo (walaupun bisa). Si supir maunya nego harganya aja langsung, kita deal di harga 120 euro. Lumayan ok si karena per orang cuma bayar 15 euro tanpa harus geret koper lagi di public transport. Perjalanan memakan waktu 1/2 – 1 jam untuk sampai ke penginapan, agak lupa juga, tapi ok juga si ga terlalu lama.

Good Guy Indonesian Embassy

Sampailah kita di penginapan. Di mana penginapannya? Wisma Kedutaan Besar Republik Indonesia! Suatu kebanggaan tersendiri sudah diizinkan menginap di sini selama rangkaian Rome Model United Nations (RomeMUN). Namun, untuk menginap di sini kita harus hubungi dahulu Humasnya dan mengirim proposal dengan latar belakang dan tujuan jelas. Selama masih ada tempat untuk menginap pasti kedutaan akan bantu kita dengan peraturan yang berlaku di sana tentunya. Salah satu peraturannya adalah ga boleh terlalu berisik karena terdapat kantor juga di sini.

Selain penginapan, KBRI juga kasih informasi selama di Roma, arah jalan, jalur transportasi, etika, apapun. Bahkan beberapa kali kita diantar ke tempat tertentu kalo kendaraan available. Ga cuma untuk kita, KBRI akan selalu bantu warga Indonesia yang ada di sana.

FYI, berdasarkan cerita dari salah satu pegawai KBRI, wisma sekaligus kantor ini dulu merupakan rumah salah satu selir Julius Caesar di jamannya.

Description: IMG_4245.JPG
Description: IMG_4251.JPG

Lunch di Rooftop Organisasi PBB

Keesokan harinya, Kamis 7 Maret 2013, merupakan hari pembukaan RomeMUN di gedung Food and Agricultural Organization. Perasaan excited dan tegang campur aduk karena jujur aja ini pertama kalinya gw ikut konferensi sampai sebesar ini dengan taraf internasional. Jam 8 kita udah sampai di sana untuk absen kemudian kita diarahkan masuk ke ruang meeting utama untuk mendengarkan opening speech. Peserta RomeMUN merupakan mahasiswa dari seluruh dunia dan mereka banyak sekali yang cantik..

Description: IMG_4252.JPG
Ruang Rapat FAO Roma

Selesai rangkaian acara kita keluar sebentar untuk ngerokok dan naik ke rooftop untuk lunch. Lunch kita gratis karena merupakan paket dari uang pendaftaran. Jadi selama kita masih berada di dalam rangkaian RomeMUN makanan dan minuman ditanggung oleh mereka.

Kita ambil lunch kita dan langsung makan sambil menikmati pemandangan Roma dari rooftop gedung FAO. Ternyata di sana banyak juga orang Indonesia yang ikutan RomeMUN. Ada yang dari Jakarta, Bandung, bahkan ada orang Indonesia dari Ankara yang juga ikutan RomeMUN. Jadi ya udah kita lunch bareng dan rencanain apa aja yang bakal kita lakuin bareng-bareng di sini. What a good start..

Selesai lunch kita ngerokok sebentar sambil sok asik sama bule. Gw ngerokok garpit tapi gw sengaja bawa samsoe juga beberapa bungkus untuk nawarin ke bule sana, buat bahan obrolan dan bener mereka pada suka, haha.

Description: IMG_4290.JPG
Rooftop di FAO Building
Ada Burung di Rooftop FAO Building
Circo Massimo

Dari rooftop terlihat salah satu site peninggalan kekaisaran Roma, yaitu Circo Massimo. Circo Massimo adalah tempat sirkus dan berbagai pertujukan tertua di Roma. Tempat ini dulu juga suka dijadiin tempat balapan chariot, semacam kereta kuda yang sekililingnya dipasan tombak atau pedang untuk bunuh-bunuhan pas lagi balapan.

Balik lagi ke acara RomeMUN, abis lunch kita celingak celinguk cari informasi kok keliatannya ga ada acara penting lagi. Ternyata rangkaian hari pertama selesai di lunch. Paling si panitia RomeMUN ngebrief kita terkait lokasi koferensi di hari berikutnya dan ngingetin supaya on time. Waktu itu kita selesai lunch kurang lebih pukul 2 siang. Kita masih ada free time buat jalan-jalan. Tujuan kita berikutnya langsung menuju Colosseo!

Senja di Colosseo

Dari FAO ke Colosseo deket banget. Walau gitu kita tetap naik metro tapi cuma 3 menit. Sekali jalan naik metro kita harus ngeluarin 1,5 euro, tapi karena kita bakal di sini selama 5 hari jadi kita beli yang 72 hours pass dulu seharga 18 euro di stasiun metro Circo Massimo. Dengan 18 euro tersebut kita bisa sepuasnya naik metro, tram, dan bus selama 3 hari. Lumayan banget.

Begitu kereta metro sampai di stasiun kita langsung masuk ke kereta dengan megang tas seerat-eratnya. Kenapa? Karena kita udah diperingatin sama orang kedutaan untuk hati-hati sama copet dan jambret di Roma. FYI, saat itu Roma merupakan kota dengan copet dan jambret terparah kedua di dunia, juaranya adalah Barcelona. Bahkan gw sempet liat ada penduduk setempat pake hidden bag untuk ngamanin uang mereka.

Tiga menit berlalu dan sampailah kita di stasiun metro Colosseo, gw sempetin dulu beli hot dog buat ngemil. Kita keluar dari stasiun metro bener-bener persis di depan Colosseo-nya, kayak ditompo.

Langsunglah kita foto-foto di sana pas sore menuju senja, suasana di sana enak bgt dan bagus banget pencahayaan lampunya.

Description: IMG_4256.JPG
Senja di Colosseo
Via dei Fori Imperiali
Meta Sudans
Belakang Bangunan Santa Francesca

Balik Lagi ke Roma Setelah Lempar Koin di Trevi Fountain

Dari waktu senja itu kita lanjut jalan-jalan ke Fontana di Trevi. Berangkat naik Metro dari stasiun Colosseo ke stasiun Metro Barberini selama 10 menit. Nah setelah sampai di stasiun metro Barberini baru kita ngelanjutin jalan kaki menuju Trevi Fountain. Selama jalan kaki di sana kita bener-bener megang erat tas masing-masing soalnya kayak yang sempet gw bilang, copet dan jambret di sana pada jago.

Setelah jalan santai kira-kira 10 menit, sampailah kita di Trevi Fountain yang legend itu. Rame banget, rame copet pula. Kita mesti nyelip-nyelip sambil permisi biar bisa sampai di spot depan buat foto-foto. Pas udah di depan fountainnya, kita siapin koin, kenapa siapin koin? Konon katanya kalo lempar koin dari negara asal sambil ngadep belakang dan berdoa kita bakal bisa balik lagi ke sana suatu saat nanti. Alhasil, …

(Update May 2020) Gw berhasil kembali ke sini October 2019

Description: IMG_4254.JPG
Fontana di Trevi, March 2013
Lempar Koin, March 2013
(Update May 2020) Muka Sotoy, October 2019

Kalo mau dibilang, ini adalah mitos. Eh tapi mitosnya kejadian. Kebetulan? Mau kebetulan atau ga, siapin aja koin dari Indonesia. Nothing to lose juga kan..

Abis foto-foto kita balik ke kedutaan untuk dengan berjalan kaki. Jalan kaki ga ada masalah di kota ini (kecuali copet). Kotanya enak banget, nyaman untuk pejalan kaki, atmosfirnya enak, cahaya kekuningan, dengan seluruh jalanan paving block. Sepanjang jalan banyak restoran dengan winenya, indah lah pokoknya. Kita jalan kaki kurang lebih 1 km dan makan waktu 20 menit untuk sampai di Kedutaan RI. Setibanya di sini kita mandi plus beres-beres persiapan buat besok.

Asiknya Nyasar di Roma

Keesokan harinya Jumat, 8 Maret 2013 merupakan hari ketiga kita di Roma dan merupakan hari kedua RomeMUN berjalan. Kali ini kita bangun pagi banget untuk bersiap jalanin rangkaian RomeMUN yang sebenarnya, yaitu konferensi bersama delegasi dari negara lain.

Ok, pukul 7 pagi kita udah berangkat. Kali ini kita berdelapan dipecah menjadi 4 committee di mana 1 commitee masing-masing 2 orang. Karena dipecah jadi berbagai committee, maka tempat konferensi di hari pertama juga beda.

Gw dan temen gw masuk committee United Nations Human Rights Council (UNHRC) yang jalanin konferensi di salah satu hotel di Via di Campo Marzio. Kita berdua naik bus dan turun di halte Fontana Di Trevi. Kata warga lokal udah deket kalo berenti di sana.

Dari halte kita jalan ke sana kemari ternyata kita nyasar, haha. Eh tapi, Roma beneran best place to get lost karena jalan sedikit kita akan nemu aja site yang bagus walaupun ga sengaja. Orang kedutaan bilang kalo mau dateng ke semua site di Roma, minimal butuh waktu 3 minggu dan itu harus muterin setiap hari non-stop. Buktinya saat kita nyasar aja malah nemuin Pantheon!

Description: FullSizeRender.jpg
Pantheon, bangunan yang bagus. Apalagi ada wajah beliau.

Balik lagi ke tempat gw berada saat itu. Di Pantheon ga sempet ambil foto yang banyak karena kita sendiri lagi buru-buru, udah hampir jam 9 pasti telat nih kita. Dengan sotoy gw tanya ibu warga lokal dengan logat sok Italy,

“Mi scusi, Signora~ Via di Campo Marzio~?”

Terus dia jelaskan panjang lebar dengan bahasa Italy…

Dengan muka sok ngerti namun mata ikan teri gw balas,

“Grazie..”

Ujung-ujungnya gw buka HP lagi untuk liat map.

Muter sana-sini dan sesuai dengan perkiraan gw. Kita telat setengah jam karena nyasar lagi, haha.

Sekilas Proses Model United Nations

Sesampainya di sana, delegasi lain udah hampir selesai semuanya membacakan position papernya masing-masing. Kita juga langsung siapin position paper kita. Topik UNHRC waktu itu adalah tentang Lesbian, Gay, Bisexual, and Transsexual (LGBT). Ceritanya kita berdua kebagian menjadi delegasi dari negara Brazil, walaupun kita aslinya dari Indonesia. Dengan begitu kita harus tetap memposisikan diri sebagaimana negara Brazil pada dunia nyata. Realitanya Brazil bersuara memperjuangkan hak LGBT. Akhirnya kita berdua di dalam konferensi mendukung LGBT.

Semua negara selesai sudah menjelaskan posisinya. Moderator kemudian menjalankan sesi Moderated Caucus. Moderated Caucus ini merupakan diskusi antar delegasi untuk menemukan suatu resolusi terintergrasi pada satu isu tertentu yang difasilitasi oleh moderator. Jangka waktu yang diberikan oleh moderator untuk Moderated Caucus tergantung dari negosiasi moderator dan para delegates. Terkadang 20 menit, 15 menit, atau bahkan 10 menit.

Debat dalam sesi Moderated Caucus berlangsung lumayan seru karena banyak yang mendukung LGBT dari sebagian negara Amerika dan Eropa. Sedangkan yang tidak mendukung banyak disuarakan oleh delegasi dari negara-negara Timur Tengah dan Asia.

Setelah waktu Moderated Caucus habis dan dirasa resolusi belum ketemu, para delegates dapat mengajukan Unmoderated Caucus. Unmoderated Caucus adalah diskusi yang tidak difasilitasi oleh moderator agar para delegates dapat secara leluasa mencari aliansi dan menyampaikan gagasannya secara personal kepada delegasi negara lain. Sama dengan Moderated Caucus, jangka waktu Unmoderated Caucus juga dapat dinegosiasi antara moderator dan delegates.

Proses konferensi awal berjalan sampai jam makan siang. Kita dapat minuman dan makan siang oleh panitia RomeMUN. Gw dan temen gw abisin makan siang di dalam, terus gw keluar ngerokok. Setelah 1 jam berlalu, kita pun kembali lagi ke dalam ruang konferensi. Konferensi dilakukan dengan prosedur yang seperti tadi sampai sore hari. Akan tetapi, resolusi sampai saat itu belum diputuskan sehingga penetapan ditunda dan dilanjutkan esok hari.

Pemungutan Suara

Sabtu, 9 Maret 2013. Tempat konferensi hari ini dan ke depannya cuma 2 km dari kedutaan, tepatnya di LUISS Guido Carli University. Kedengerannya deket tapi ga banyak bus yang lewat di sini, jadi agak nunggu sekitar 15 menit untuk naik bus nomor 360. Karena tempat konferensi kita tidak lagi terpisah, jadi kita lengkap berdelapan lagi ke sananya.

Begitu sampai kita berdelapan tetap dipisah sesuai committee ke ruangan masing-masing. Gw dengan teman gw yang kemaren tetap ke ruangan UNHRC.

Konferensi di committee UNHRC masih ngelanjutin pembahasan yang kemarin dengan prosedur yang sama.

Singkat cerita, pada hari ini konferensi sudah sampai pada tahap penyerahan draft resolusi dari masing-masing koalisi kepada moderator. Misal, koalisi yang dipimpin US secara garis besar mengajukan bahwa golongan LGBT patut diperjuangkan karena mereka memiliki hak yang sama. Draft resolusi wajib diisi dengan daftar Sponsor dan Signatories.

Sponsors adalah negara-negara yang mendukung secara langsung dan merupakan bagian dari koalisi tersebut, waktu itu yang menjadi Sponsor adalah UK, Australia, China, dan beberapa negara lain.

Nah untuk Signatories, suatu negara ga perlu menjadi koalisi langsung. Biasanya si pemimpin koalisi (US) minta persetujuan saat Unmoderated Caucus karena pada sesi ini bisa bicara secara personal. US negoin ke kita setuju atau ga sama draftnya. Kalo setuju nanti negara kita dimasukin ke daftar Signatories. Semakin banyak Sponsor dan Signatories pada draft tersebut, artinya banyak yang setuju dan makin powerful untuk dituang dalam resolusi PBB dan diimplementasikan (ceritanya).

Sebelum draft resolusi dibacakan, draft tersebut ditampilkan dulu di layar untuk ngasih tau ke para delegasi isi setiap draft dan siapa aja Sponsor atau Signatoriesnya. Sekalian juga untuk ngasih kesempatan sekali lagi kalau ada yang mau berubah pikiran bagi Sponsor dan Signatories draft itu.

Abis draftnya ditampilin di layar, masuklah pada tahap pemungutan suara. Draft dari masing-masing koalisi dibacain. Begitu selesai dibacain, moderator langsung memungut suara dari semua negara. Dari hasil penghitungan suara pemenangnya adalah draft yang diajukan oleh koalisi US. Draft resolusi PBB tersebut adalah mendukung dan melindungi hak LGBT yang nantinya akan diimplementasikan (ceritanya). Proses ini selesai sebelum jam makan siang, artinya untuk memutuskan resolusi ini membutuhkan waktu 1,5 hari.

Pada jam makan siang panitia bagi-bagiin lunch dalam satu kantong. Lunch yang biasa kita dapet di sini adalah sandwich. Bukannya tidak bersyukur, tapi di situ gw udah kangen banget makanan Indonesia. Alhasil, rasa lapar lah yang membuat sandwich itu tetap habis. Minum juga dapet dari panitia berupa sparkling mineral water. Kalo mau kopi kita beli di vending machine pake koin 1 euro. Selasai makan gw lanjut ngerokok dan ketemu lagi sama temen setim gw yang lain di luar.

Istirahat

Ok selesai jam istirahatnya. Kita masuk lagi ke dalam ruangan untuk konferensi dengan tema kedua. Kali dengan tema “Gender Equality and Women’s Empowerment”. Di tema kedua ini banyak pelajaran yang gw ambil.

Kita lanjut di part 2 bro.. Banyak ilmu yang bisa gw petik dari trip ini, ga cuma dari konferensinya aja.. Stay tuned!

This Post Has One Comment

Leave a Reply